Warga Kepung Penyidik Kejari Dompu Saat Geledah Kantor Desa Tekasire

Sejumlah penyidik Kejaksaan Negeri Dompu tengah dievakuasi keluar dari kantor desa

DOMPU— Sejumlah penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu dikepung ratusan warga Desa Tekasire, Kecamatan Manggelewa, Kamis (13/8/2026). Peristiwa itu terjadi ketika penyidik tengah melakukan penggeledahan di Kantor Desa Tekasire terkait dugaan penyimpangan dana desa.

Saat penggeledahan berlangsung, Kepala Desa Tekasire diketahui tidak berada di tempat. Namun, keberadaan penyidik di kantor desa akhirnya diketahui warga sekitar.

Tanpa dikomando, warga kemudian mendatangi kantor desa dan mengepung lokasi. Mereka meminta agar tidak ada barang yang dibawa keluar dari kantor desa.

“Tak boleh ada yang membawa keluar barang apapun,” teriak sejumlah warga.

Situasi semakin memanas setelah warga melakukan pemblokiran jalan di depan kantor desa dengan membakar sejumlah bahan bekas dan pepohonan kering. Akibat aksi tersebut, arus lalu lintas di jalur utama yang menghubungkan Bima dan Sumbawa sempat terganggu dan menyebabkan antrean kendaraan dari kedua arah.

Di tengah aksi tersebut, warga juga menyampaikan protes terhadap langkah Kejaksaan dan Inspektorat yang mempersoalkan pembelian tanah lapangan sepak bola yang dilakukan beberapa tahun sebelumnya.

Menurut warga, tanah yang dipersoalkan tersebut nyata keberadaannya dan selama ini digunakan sebagai lapangan sepak bola oleh masyarakat.

“Semuanya jelas, tanah lapangan ada dan dipakai oleh masyarakat,” teriak warga lainnya.

Sementara itu, suasana di dalam kantor desa sempat berlangsung tegang. Teriakan dan protes warga dari luar terdengar hingga ke dalam ruangan tempat penyidik melakukan penggeledahan.

Sesekali terdengar suara benturan pada bagian atap kantor desa yang menambah ketegangan situasi. Aparat Kepolisian dan TNI kemudian berada di lokasi untuk mengendalikan keadaan sekaligus mengamankan proses evakuasi para penyidik Kejari Dompu.

Kasi Intelijen sekaligus juru bicara Kejari Dompu, Danny Curia Novitawan, terlihat berada bersama tim penyidik yang melakukan penggeledahan.

Dengan pengawalan aparat keamanan, sejumlah penyidik akhirnya berusaha keluar dari dalam kantor desa. Dalam proses evakuasi tersebut, sebuah kotak berwarna putih yang diduga berisi barang bukti hasil penggeledahan juga dibawa keluar.

Namun, upaya tersebut mendapat perlawanan dari sejumlah warga. Kotak tersebut kemudian direbut massa.

Penyidik sempat berusaha mempertahankan barang bukti tersebut, tetapi jumlah warga yang lebih banyak membuat kotak itu akhirnya berhasil diambil paksa.

Warga kemudian membuka kotak tersebut dan mengeluarkan isinya yang berupa sejumlah berkas. Sebagian berkas bahkan dilaporkan dihamburkan dan ada yang disobek.

Setelah kotak berhasil dirampas, sejumlah penyidik kemudian dievakuasi ke mobil yang telah menunggu dan pergi. Hingga berita ini ditulis redaksi masih menunggu perkembangan lebih lanjut, tetapi secara umum kondisi warga kembali aman dan aksi blokir jalan selesai. (DB01)