Bupati Dompu Tak Ingin Ada Lagi Kades Ditahan

213
Inilah Kades Se Kabupaten Dompu saat mengikuti pembinaan oleh Bupati Dompu

 

DOMPU–Bupati Dompu Drs H Bambang M Yasin menegaskan kedepan tak ada lagi kepada desa (Kades) ditahan oleh aparat hukum gara-gara tersangkut kasus korupsi. ”Cukup satu kades yang ditahan karena tersangkut kasus korupsi, jangan ada lagi,” tandas H Bambang saat pembinaan seluruh Kades digedung PKK Kamis 02/3.

Caranya kata Bambang, Kades hendaknya melaksanakan segala tugas dan tanggung jawabnya secara profesional, akuntabel dan transparan.

Menurutnya, berbagai proses pembangunan didesa sudah menjadi perhatian publik, terutama terkait dengan pengelolaan ADD dan DD. Aksi demo kerap terjadi terhadap sejumlah desa dan itu adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. ”Karena itu benahi manajemen administrasi desa,” pintanya.

Diakuinya manajemen pengelolaan ADD masih banyak yang perlu dibenahi. Karena itu pemerintah akan membenahi juklak-juknis serta regulasi yang kuat. ”Kita ingin semua program dapat dilaksanakan dengan benar dan terukur,” paparnya.

Dikatakanya, korupsi itu bukan karena seseorang itu mengambil atau menyelewengkan anggaran negara. Tapi, jika salah dalam mengelola anggaran juga merupakan korupsi.

Dalam pembinaan itu juga diisi dengan diskusi dan tanya jawab. Beberapa Kades dan Camat diberikan kesempatan untuk bertanya. Ada pula sebagian Kades yang menyampaikan keluhan dan saran.

Seperti yang disampaikan Kades Tembalae selaku Ketua Forum Kades, Amir Mahmud mengatakan, belakangan ini semua Desa di Dompu terus menjadi sorotan, karena ADD. Tidak sedikit pula yang dilaporkan ke penegak hukum karena diduga salah gunakan anggaran.

Amir mengakui, banyak kendala yang terjadi di lembaga Desa. Baik dari kinerja Sekretaris Desa, pengelolaan administasi dan lainnya.

Menurut dia, Kepala Desa terkadang merasa dilema. Disatu sisi ADD adalah tanggungjawabnya, disisi lain tidak didukung dengan SDM yang memadai.

Selama ini, Desa memang dituntut untuk mempercepat pembuatan SPJ. Tapi, tidak didukung dengan kinerja Sekretaris.

“Ini perlu kami sampaikan. Karena masih ada Sekretasi kami temukan yang tidak memahami komputer. Begitupun ditenaga Administrasi, kami sangat membutuhkan tenaga dari ASN,” harapnya.

Komentar