oleh

Kenangan Mengunjungi Pasar Terapung dan Kota Intan Banjarmasin.

OLEH JUNAIDIN M ALI S,Sos

Kisah ini berawal ketika Saya dan Rekan rekan Anggota PWI Kabupaten Dompu mengikuti Pekan Olahraga Wartawan Nasional ,( Porwanas ) XI Di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Tahun 2013 silam . Kenapa Saya memilih judul cerita ini “Pasar Terapung dan Kota Intan ” karena kedua tempat itu memiliki kenangan tersendiri bagi Saya .

Kota Banjarmasin yang memiliki luas 98,96 Km persegi ini dijuluki dengan Kota Seribu Sungai dan dari data BPS tahun 2019 Kota ini berpenduduk 700 . 870 jiwa . Sebelum Landing di Bandara Udara Internasional Syamsudin Noor pada hari Minggu tanggal 15 September 2013 , diatas pesawat yang Saya tumpangi bersama Rombongan Tim PWI Porwanas NTB terlihat Kota Banjarmasin yang tidak begitu besar dibandingkan Kota Surabaya atau Kota kota besar lainya .

Sejauh mata memandang terlihat hamparan hutan yang luas dan Kota Banjarmasin. Karena kami Tim yg kedua yang pertama tiba di Bandara Syamsudin Noor , kami mendapat kehormatan disambut oleh Sekda Propinsi Kalsel dengan kalungan selendang khas Banjarmasin . Saat itu Saya dan Rombongan Tim Porwanas PWI NTB menginap di Hotel Pandan Sari Banjarmasin .

Saat itu kami tiba di Kota Seribu Sungai itu hari Minggu tanggal 15 September 2013 , Sementara sementara pembukaan Porwanas dilakukan hari Senin tanggal 16 September 2013 . Pembukaan Acara Pekan Olahraga Wartawan Nasional yang diadakan Siwo PWI Pusat dilakukan di Stadion Demang Lehman Kabupaten Banjar yang jaraknya 40 Km sebelah Timur Kota Banjarmasin . Stadion Demang Lehman ini sebelumnya bernama Stadion Indrasari .

Porwanas ke XI dibuka saat itu oleh Menpora Roy Suryo , yang juga dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Arifin dan Ketua PWI Pusat dan Ketua PWI Kalsel . Ajang Olahraga untuk Wartawan Anggota PWI di Banjarmasin ini diikuti oleh 33 Propinsi dengan jumlah Atlit Wartawan 1800 orang dan disiapkan 120 medali Emas .

Usai mengikuti berbagai Cabor yang dipertandingkan mumpung berkunjung ke Kota Seribu Sungai ini Saya dan teman teman dari PWI Dompu ingin sekali melihat dan merasakan sensasi berbelanja di Pasar Terapung .

Di Banjarmasin sendiri ada dua pasar terapung yakni pasar Terapung dalam kota namanya Lok Bantau dan Pasar Terapung Muara Kuin atau Pasar Terapung Sungai Barito . dan kami memilih untuk mengunjungi Pasar Terapung Sungai Barito .

Subuh sekitar pukul 4 . 30 WIB kami berangkat dengan menggunakan Mobil Avansa ,setelah kurang lebih satu jam menempuh perjalanan sekitar pukul 5.10 pagi kami tiba di anak sunga Barito dan setelah menyewa Klotok ( istilah warga setempat dengan Perahu motor yg memang bunyinya klotok…klotok ..klotok ) .

Lalu kenapa sich ..kami begitu tertarik untuk mengunjungi Pasar Terapung ini…? Kami ingin melihat dari dekat seperti apa sich pedagang pedagang bertransaksi diatas Perahu itu atau istilah orang Banjar sebagai jukung.

Setelah kurang lebih 40 menit menyusuri Sungai menuju Pasar Terapung , langit jingga mulai terlihat menandakan matahari mulai menampakan dirinya diufuk Timur dan sampailah kami di Pasar Terapung.

Kendati masih remang remang ,namun terlihat jelas puluhan perahu mulai melakukan aktifitas bertransaksi , adapun yang dijual di pasar Terapung itu yakni sayur sayuran , makanan ,Ikan ,Tanaman dan Perabotan Rumah Tangga dan lain lain .

Terlihat ibu ibu dengan lincahnya mengayuh perahu mereka diatas air yang terlihat berwarna kekeruhan itu . Usai menikmati dan sempat Sarapan pagi dengan nasi kuning yang dibeli pada ibu ibu di Pasar Terapung , perjalananpun kami lanjutkan ke Pulau Kembang dengan menggunakan Klotok yang membawa kami tadi .

Setelah kurang lebih 40 menit menyusuri Sungai Barito tibalah saya dan teman teman di Pulau Kembang yang merupakan Destinasi wisata Kalimantan Selatan . saat menuju pulau kembang terkadang kami berpapasan dengan kapal kapal besar dan terlihat juga kapal pengangkut Batu Bara . apa sich yang menarik di Pulau Kembang ini..? Ternyata begitu kita turun dari Klotok atau Perahu kita akan disambut dengan bunyi kera .”hati hati barang bawaanya pak nanti di curi Kera ” kata petugas pulau itu .

Dan benar kamipun masuk ke pulau itu dengan menyusuri jalan yang sengaja dibuat untuk pejalan kaki yang akan melihat ribuan kera penghuni pulau itu .kami harus sedikit hati hati berjalan ditengah tengah hutan bakau itu …sesekali ketika lagi asik melihat indahnya pohon bakau tiba tiba beberapa kera melompat didepan kita dan ingin merebut apa yang kita bawa .

Usai Acara penutupan Pekan Olahraga Wartawan Nasional itu , kembali kami sempat jalan jalan di Kota Intan Martapura . di Kota Martapura inilah dikenal Kota penghasil Batu Mulia dan Pusat Pengolahan Berlian .

Kunjungan ke kota Intan ini sekalian ingin melihat dari dekat seperti apa sich kesibukan dan para pengrajin berlian dan segala macam Asesoris yang terbuat dari Batu Mulia . Hmm.. Namun karena kondisi dompet yang menipis saya dan beberapa teman hanya bisa membeli Asesoris seperi Kalung ,Gelang dan Asesoris murah lainya .

Mengunjungi Pasar Terapung dan Kota Intan suatu kenangan yang tidak terlupakan .Lalu kenapa saya menulis kisah perjalanan ini..,bukan berarti saya ingin mengatakan pada semua orang bahwa Saya pernah mengunjungi Kota Banjarmasin , tapi minimal ada jejak Digital yang kita tinggalkan untuk bisa dilihat kembali oleh kita dan anak cucu kita.

Selain itu agar Adik adik wartawan bisa melakukan hal yang sama jika mengunjungi suatu Kota atau tempat bersejarah lainya agar juga bisa menuangkanya lewat tulisan .( *)

PENULIS ADALAH WARTAWAN PWI KABUPATEN DOMPU NTB

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]

News Feed