Kisman Pangeran Soroti Diamnya Ketua DPRD Dompu: “Seolah Lembaga Itu Mati Suri”

Ilustrasi DPRD Dompu mati suri

DOMPUBIACARA-Polemik terkait belum munculnya pernyataan Ketua DPRD Dompu di tengah dinamika daerah terus menuai tanggapan. Kali ini datang dari praktisi hukum, Kisman Pangeran, S.H., yang secara terbuka mempertanyakan sikap diam tersebut.

Menurut Kisman, publik sebelumnya masih bisa memahami jika selama bulan Ramadan Ketua DPRD memilih mengurangi aktivitas dan fokus menjalankan ibadah. Namun, setelah lebih dari sepekan pasca Idulfitri, ketiadaan pernyataan resmi dinilai mulai menimbulkan tanda tanya.

“Selama bulan puasa kemarin, mungkin beliau rehat sejenak. Tapi sekarang sudah satu minggu setelah puasa berakhir, beliau belum juga muncul memberikan tanggapan terhadap dinamika daerah sebagaimana ciri khasnya,” ujar Kisman.

Ia menilai, selama ini Ketua DPRD dikenal sebagai figur yang vokal dan aktif merespons berbagai isu lokal. Namun belakangan, perhatian Ketua DPRD lebih banyak terlihat pada isu pemberantasan narkoba, yang meskipun penting, berskala nasional.

“Isu narkoba itu penting dan memang harus didukung. Tapi hampir tidak terlihat beliau berbicara tentang dinamika Dompu akhir-akhir ini,” lanjutnya.

Kisman juga menyoroti perubahan sikap tersebut sebagai sesuatu yang tidak lazim, mengingat rekam jejak Ketua DPRD yang dikenal independen dan sulit dibatasi dalam menyampaikan pendapat.

“Selama ini tidak ada yang bisa mengatur beliau untuk tidak berbicara. Tapi kali ini beliau benar-benar diam. Bisa saja beliau sedang mengumpulkan data, atau ini bagian dari strategi komunikasi,” katanya.

Meski demikian, Kisman mengaku tetap merindukan gaya komunikasi Ketua DPRD yang selama ini dikenal lugas dan berani. “Walaupun dalam beberapa hal saya berbeda pendapat, tapi jujur saya rindu dengan suara-suara nyaring beliau,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia bahkan menyampaikan kekhawatiran terhadap fungsi kelembagaan DPRD jika kondisi ini terus berlanjut. “Ketika Ketua DPRD diam dan hampir tidak pernah bersuara seperti biasanya, saya pribadi merasa seolah tidak ada lagi lembaga DPRD hari ini. Seperti mati suri,” tegas Kisman.

Namun ia juga mengingatkan bahwa secara prinsip, DPRD merupakan lembaga kolektif kolegial yang tidak bergantung pada satu figur semata. “Memang lembaga ini tidak bisa diwakili oleh Ketua saja. Tapi selama ini beliau yang paling memahami tupoksi dan berani bersuara, sehingga wajar jika publik menilai seperti itu,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Ketua DPRD Dompu belum memberikan tanggapan resmi terkait berbagai dinamika yang berkembang. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan oleh redaksi. (DB01)

Catatan redaksi: Ruang klarifikasi terbuka bagi Ketua DPRD Dompu atau pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi.