DOMPU, DOMPUBICARA.COM – Di tengah riuhnya diskusi publik mengenai dinamika politik di pucuk pimpinan daerah, sebuah pemandangan menyejukkan hadir pada puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Dompu ke-211, Sabtu (11/04/26). Kehadiran Ketua TP. PKK, Hj. Onti Farianti Bambang Firdaus, dan Ketua GOW, Hj. Titik Nurhaidah Syirajuddin, seolah menjadi oase yang mendinginkan suasana disharmonisasi yang sempat berembus belakangan ini.
Kekompakan yang Menepis Isu
Tampil mesra dan penuh kekeluargaan, kedua tokoh perempuan ini terlihat saling berinteraksi akrab sepanjang kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Dompu. Kebersamaan ini bukan sekadar formalitas protokoler, melainkan simbol kuat bahwa di balik layar pemerintahan, semangat kekeluargaan masih terjaga dengan solid.
Kehadiran mereka di panggung kehormatan seolah menjawab harapan yang tertuang dalam doa peringatan HUT Dompu, yakni untuk “meredam gejolak amarah serta menurunkan tensi dan emosi” demi kenyamanan dalam berinteraksi. Melalui senyum dan keakraban mereka, publik diajak melihat bahwa komunikasi dan silaturahmi tetap menjadi jembatan utama dalam membangun daerah.
SMSI Dompu Desak Gubernur dan Presiden Turun Tangan, Soroti Disharmoni Bupati dan Wakil Bupati
Muna Pa’a dan Simbol Persatuan
Pemandangan serupa kembali terlihat pada malam penutupan dalam gelaran “Expo Dompu Maju”. Keduanya tampil elegan dengan balutan gaun berbahan kain lokal Muna Pa’a, memberikan dukungan moral pada kegiatan Fashion Street yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat.
Kehadiran kedua pendamping pimpinan daerah ini membawa pesan penting: jika istri dari kedua pimpinan bisa tampil harmonis dan bersinergi, maka semangat tersebut diharapkan merambat hingga ke level kebijakan strategis antara Bupati dan Wakil Bupati. Langkah ini sejalan dengan komitmen Bupati dalam pidatonya yang menegaskan siap bekerja semaksimal mungkin bersama Wakil Bupati untuk memimpin Dompu lima tahun ke depan.
Menuju Dompu Maju yang Damai
Tema “Bergerak Bersama Untuk Dompu Maju” kini mendapatkan ruhnya kembali melalui potret kekompakan para istri pimpinan. Sinergi ini diharapkan menjadi pemicu bagi seluruh elemen birokrasi dan politik di Dompu untuk kembali menyelaraskan langkah.
HUT Dompu, Antara Kursi Kosong dan Semangat Kebersamaan
Sesuai dengan doa yang dipanjatkan agar pemimpin dianugerahi “keluasan rasa dan kepekaan naluri”, kebersamaan Hj. Onti dan Hj. Titik malam itu adalah bukti nyata bahwa jalan menuju keharmonisan selalu terbuka lebar. Rakyat Dompu tentu berharap agar keteduhan yang ditunjukkan oleh kedua tokoh perempuan ini menjadi awal baru bagi “orkestra” pembangunan yang lebih harmonis di Bumi Nggahi Rawi Pahu. (Red)







