Guru Harus Bisa Digugu dan Ditiru

164
Bupati Dompu NTB

 

DOMPU–Guru harus bisa digugu dan tiru, darinyalah terdapat panutan dan keteladanan. ”Bukan sebaliknya,” tandas Bupati Dompu Drs H Bambang M Yasin saat pembinaan guru digedung Sama Kai kamis 16/2.

Guru juga diminta agar mampu memberikan kepercayaan kepada masyarakat terutama dalam tugasnya mendidik untuk mengantar anak-anak menuju masa depan yang lebih baik.
Menurut HBY sapaan akrab Bupati, Filosofi Jawa untuk guru yaitu digugu laan ditiru (dipercaya dan dicontoh, red) sangat tepat untuk kondisi kapanpun dan dimanapun. Karena, profesi guru sebenarnya melekat dimanapun ia berada.

“Guru bukan hanya jadi panutan di sekolah, tapi guru juga harus bisa membawa diri dan menjadi teladan di lingkungan masyarakat tempat mereka tinggal,” katanya.

Guru juga hendaknya memiliki kompetensi dan profesional serta berakhlakul karimah

“Guru bukan sekedar mengajar. Tapi harus memenuhi dasar kompetensi agar disebut guru perofesional. Seperti kecakapan, sosial, pribadi dan akademik,” jelas HBY.

Bupati berharap, guru profesional bisa diterapkan oleh semua guru di Dompu.
Menurutnya, prestasi guru saat ini bukan lagi dinilai dari tingkat kelulusan siswa. Namun, bagaimana tingkah laku dan kepribadian siswa bisa ubah kearah yang lebih baik.

“Ini masalah serius yang harus diutamakan,” pungkasnya.

Komentar