Kopi Tambora Masih Digoreng Manual

0
Ini kopi Tambora yang telah dikemas dengan baik

DOMPU-Kopi Tambora yang dipuji oleh Kapala Badan Ekonomi Kreatif RI, ternyata masih digoreng secara manual oleh sejumlah pelaku usaha di Kabupaten Dompu. Karena itu selain hasil produksinya terbatas juga tidak bisa diatur tingkat kematangan sesuai yang diharapkan.

Salah seorang pelaku usaha kopi di Dompu Kan.Dr Ory Muhdar mengapresiasi pujian Kepala Badan Ekonomi Nasional itu. Diakuinya kopi tambora memang memiliki khas yang berbeda terutama soal rasa dan aroma.

 

Triawan Munaf, Pariwisata Harus Didukung Ekonomi Kreatif

Diakuinya beberapa pelaku usaha kopi didaerah sudah berkembang sesuai dengan kemampuanya. Permintaan terakhir diakui meningkat, sayangnya produksi masih terbatas karena rata-rata masih digoreng secara manual.

Untuk mengembangkan usaha secara meluas para pelaku usaha membutuhkan alat goreng otomatasi Sangrai kopi. Alat kopi jenis ini bisa memproduksi puluhan bahkan ratusan kilogram kopi dalam sehari. Alat ini juga akan mampu mendeteksi tingkat kematangan yang pas sesuai selera.

Keterbatasan alat ini kata Ory Muhdar hendaknya bisa dibantu oleh pemerintah agar jumlah produksi meningkat. Yang lebih penting lagi kata dia, pemerintah melalui dinas terkait dapat secara terus menerus melakukan pembinaan terhadap petani kopi di Gunung Tambora.

Itu penting agar jumlah produksi kopi meningkat secara kwantitas dan kwalitas. Ada juga kecendrungan panen kopi sebelum waktunya sehingga mempengaruhi kwalitas kopi yang dihasilkan.

Pelaku usaha kopi lainya,  Arie Priyono menyatakan usaha yang dilakoninya memang mengalami peningkatan secara signifikan seiring dengan trend minum kopi dewasa ini. Arie mengakui hasil produksinya selain untuk kebutuhan lokal juga sudah memenuhi permintaan pasar regional dan nasional.

Pujian yang diberikan Kepala Badan Ekonomi kreatif, lanjut pelaku usaha kopi bermerek Vanbredo ini adalah sesuatu yang sangat positif dalam meningkatkan permintaan pasar.

Komentar