oleh

BTN Tambora Lanjutkan Infrastruktur di Jalur Pendakian Doroncanga dan Piong

 

DOMPU-Upaya pengembangan pariwisata di kawasan taman nasional Tambora terus dilakukan.

Pihak Balai Taman Nasional (BTN) Tambora tahun 2022 ini kembali fokus melakukan kegiatan pembangunan dan penataan sarana infrastruktur yang ada di wilayah taman nasional Tambora, terutama di jalur pendakian Doroncanga Kabupaten Dompu dan jalur pendakian Piong, Kabupaten Bima.

Kegiatan yang difokuskan pada dua jalur pendakian ini merupakan lanjutan dari program yang tertunda sebelumnya.

Pasca dilanda pandemi Covid 19 sejak tahun 2019 hingga 2021 praktis sejumlah kegiatan vital yang akan dilaksanakan pihak BTN Tambora terpaksa dipending. Karena mengingat dukungan anggaran dari pemerintah pusat mengalami reufocusing. “Ini hanya lanjutan program yang sebelumnya tertunda,” ungkap Kepala BTN Tambora, Yunaidi M.Si saat dikonfirmasi media ini, Selasa (11/01) pagi tadi.

Adapun kegiatan pembangunan infrastruktur itu yakni penyediaan sumber air bersih berupa sumur bor dalam.

Tujuannya adalah untuk memudahkan aktivitas di areal penangkaran rusa (Sanctuary) dan menunjang kebutuhan air bersih bagi para pengunjung dan tamu yang akan memanfaatkan fasilitas penginapan (Home Stay) yang telah dibangun sejak tahun 2020 lalu. “Jaringan listrik juga akan diaktifkan tahun ini di jalur Doroncanga. Kita sudah dapat korlordinasi dengan PLN,” papar Yunaidi.

Perhatian serupa juga dilakukan BTN Tambora di jalur pendakian Piong. Pihaknya menurut Yunaidi akan melaksanakan program pemberdayaan terhadap masyarakat sekitar.

Salah satunya dengan cara membentuk kelompok pramuwisata yang berjasa dibidang tour guide dengan mengandalkan penyewaan kendaraan off-road untuk akses di jalur pendakian Piong.

Hal ini dilakukan, mengingat jalur pendakian Piong menuju kadera Tambora hanya bisa dilakukan dengan menggunakan kendaraan off-road 4×4 dan motor trail. “Kelompok masyarakat ini kita berdayakan. Sehingga tidak adalagi aktivitas perburuan liar dan illegal logging dan perusakan hutan di taman nasional,” tutur Yunaidi. (DB02)

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]

News Feed