EKSKLUSIF: Pimpinan DPRD Dompu Bongkar Kronologi “Walk Out” Wabup, Sebut Langgar Etika dan PP 12/2018

DPRD Bukan Bawahan Eksekutif

Wakil Ketua DPRD Dompu Kurnia Ramadhan

DOMPU-– Tabir gelap di balik video viral kepergian mendadak Wakil Bupati Dompu, Sirajuddin, SH, dari ruang sidang Paripurna DPRD akhirnya terang benderang. Wakil Ketua DPRD Dompu, Kurnia Ramadhan, SE, MM, yang memimpin rapat saat itu, angkat bicara dan memberikan teguran keras terkait etika serta kepatuhan pada aturan perundang-undangan.

Kurnia Ramadhan mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut terjadi pada 11 November 2025, dalam agenda krusial penyampaian Resmi Raperda Usulan Pemerintah kepada DPRD.

CEK FAKTA: Video “Walk Out” Wakil Bupati Dompu Ternyata Peristiwa Akhir 2025

Kronologi bermula saat pimpinan rapat mempersilakan Wakil Bupati naik ke mimbar untuk membacakan Nota Pengantar. Namun, terjadi kendala teknis di mana ajudan tidak kunjung membawa naskah pidato tersebut. Bukannya berkoordinasi dengan pimpinan sidang, Wabup justru langsung meninggalkan ruangan tanpa permisi.

Aksi tersebut memicu ketersinggungan di kalangan anggota legislatif. Kurnia menekankan bahwa DPRD bukan merupakan bawahan eksekutif, melainkan mitra sejajar dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Mestinya beliau kembali duduk di tempatnya dan memberitahu pimpinan DPRD agar sidang bisa diskorsing secara resmi. Namun, yang dilakukan adalah meninggalkan ruangan tanpa permisi dan tanpa pemberitahuan. Ini cara yang tidak menghargai mekanisme rapat sesuai ketentuan PP 12 Tahun 2018,” tegas Kurnia Ramadhan kepada DompuBicara.com, Kamis 26 Maret 2026.

Lebih jauh, pimpinan DPRD ini mengingatkan agar pimpinan daerah—baik Bupati, Wakil Bupati, maupun Sekda agar saling menjaga marwah lembaga. Ia merujuk pada UU No. 23 Tahun 2014 Pasal 57 yang mengatur bahwa DPRD dan Pemerintah Daerah adalah sama-sama penyelenggara pemerintahan.

“Ketidaksiapan pemerintah atau kendala teknis harus diselesaikan oleh pemerintah sendiri. Jangan bersikap seolah-olah kami di DPR ini bawahan saudara Wakil Bupati dengan meninggalkan ruangan tanpa permisi. Mari kita budayakan taat dan patuh pada aturan,” tambahnya dengan nada tajam.

Sekda Dompu Angkat Bicara Soal Insiden Paripurna,

Pernyataan pimpinan DPRD ini secara otomatis membedah alibi “faktor cuaca” yang sebelumnya dilontarkan pihak eksekutif melalui Sekda Dompu. Jika Sekda menyebut insiden tersebut sebagai “respons situasional” demi menjaga kehormatan forum, pihak legislatif justru melihatnya sebagai tindakan yang kurang menghargai tata tertib persidangan.

Kini publik disuguhkan dua perspektif berbeda. Namun satu hal yang pasti, pengakuan Kurnia Ramadhan mengonfirmasi peringatan tokoh masyarakat H. Ichtiar, SH, bahwa ada masalah serius dalam komunikasi dan manajemen protokoler di puncak pimpinan daerah. (Redaksi)

Viral! Wakil Bupati Dompu Walk Out dari Sidang Paripurna, Ada Apa?