Sekda Dompu Angkat Bicara Soal Insiden Paripurna,

Sebut Faktor Cuaca dan Evaluasi Protokoler

Wakil Bupati Dompu walk Out dari ruang sidang, apakah masalah protoker ataukah masalah lain?

DOMPU-Pemerintah Kabupaten Dompu akhirnya memberikan klarifikasi terkait insiden keluarnya Wakil Bupati Dompu, Sirajuddin, SH, dari ruang sidang Paripurna DPRD yang sempat viral di media sosial. Melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Dompu, H Khaerul Insan,SE,MM mnyatakan pemerintah meminta publik melihat peristiwa tersebut secara proporsional.

Sekda Dompu menjelaskan bahwa naskah pidato resmi sebenarnya telah dipersiapkan. Namun, terjadi kendala teknis dalam proses penyampaian naskah ke ruang sidang. “Terdapat faktor teknis dan situasional, termasuk kondisi cuaca yang kurang bersahabat sejak siang hari yang memengaruhi jalannya agenda,” tulis Sekda dalam tanggapan. Viral! Wakil Bupati Dompu Walk Out dari Sidang Paripurna, Ada Apa?

Pihak eksekutif menepis anggapan bahwa insiden tersebut berkaitan dengan ketidakharmonisan pimpinan daerah. Sekda menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan “respons situasional” dalam rangka menjaga ketertiban dan kehormatan forum sidang paripurna sebagai lembaga strategis.

“Tidak tepat apabila peristiwa tersebut ditafsirkan secara berlebihan atau dikaitkan dengan hal-hal di luar konteks yang ada,” tegasnya.

Meski membela diri dengan alasan teknis, Pemkab Dompu mengakui adanya celah dalam koordinasi internal. Kejadian ini ditegaskan menjadi bahan evaluasi konstruktif untuk memperkuat manajemen protokoler di lingkungan eksekutif agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Pemerintah daerah menyatakan komitmennya untuk tetap berjalan dalam koridor yang stabil dan fokus pada perbaikan kualitas tata kelola pemerintahan ke depan, daripada memperpanjang polemik yang berkembang di ruang publik. Ketika Tak Lagi Disapa, Gunung Tambora Justru Balik Menyapa

Namun, narasi tersebut seolah terbantahkan oleh analisis menukik dari H. Ichtiar, SH. Mantan Kepala Dinas Dikpora Dompu ini menilai insiden tersebut bukan sekadar masalah kertas pidato, melainkan dampak nyata dari keretakan hubungan antara Bupati dan Wakil Bupati.

“Dampak dari pecah kongsi ini nyata. Harmonisasi antara Bupati dan Wakil Bupati harus dibangun kembali untuk memperkuat daerah. Dan yang bisa membangun keharmonisan itu hanya mereka berdua, bukan orang lain,” tegas Ichtiar dengan nada peringatan.

Bagi Ichtiar, jika kedua pucuk pimpinan ini tidak lagi sejalan, maka yang akan menjadi korban adalah masyarakat. “Kalau mereka tidak harmonis, itu malapetaka bagi masyarakat Dompu. Aksi walk-out itu saya lihat karena ketidaksabaran saja yang dipicu oleh kondisi internal yang sedang tidak sehat,” pungkasnya. (DB01)