DOMPU – Diduga dibawah pengaruh obat-obatan, remaja di Dompu merobohkan sebuah pondok milik petani di So Monta jalan Ama Maka Kelurahan Montabar Kecmatan Woja Dompu.
Pondok yang seharusnya menjadi tempat bernaung para petani dari terik matahari, kini rata dengan tanah. Bukan karena hantaman badai, melainkan akibat ulah beringas sekelompok remaja yang diduga kuat berada di bawah pengaruh obat-obatan terlarang.
Menurut keterangan M. Amin, seorang Panggawa (pengatur air) di lokasi tersebut, pondok itu menjadi sasaran vandalisme setelah sering dijadikan tempat berkumpul (konkow) oleh sekelompok anak muda.
“Mereka sengaja datang ke situ untuk nongkrong. Setelah mengonsumsi obat-obatan, mereka mulai merusak,” ungkap M. Amin saat ditemui di lokasi, Senin (13/4).
Amin menjelaskan, perusakan tersebut tidak terjadi sekaligus, melainkan dilakukan secara bertahap seolah menjadi ajang pelampiasan perilaku menyimpang para remaja tersebut.
SMSI Dompu Desak Gubernur dan Presiden Turun Tangan, Soroti Disharmoni Bupati dan Wakil Bupati
“Awalnya mereka merusak bagian atap sengnya. Tidak puas sampai di situ, dinding-dinding kayu pun mulai dipreteli. Puncaknya, seluruh bangunan pondok dirobohkan hingga terjungkir balik,” tambahnya dengan nada kecewa.
Pantauan di lokasi menunjukkan sisa-sisa bungkusan obat-obatan yang diduga disalahgunakan berserakan di sekitar puing pondok. Keberadaan barang bukti ini semakin menguatkan dugaan bahwa lokasi persawahan yang jauh dari pengawasan warga kini beralih fungsi menjadi sarana “pesta” zat berbahaya.
Kondisi ini tentu merugikan petani setempat yang kini kehilangan tempat istirahat dan menyimpan perlengkapan sawah. Warga berharap pihak berwenang, baik aparat desa maupun kepolisian, dapat meningkatkan patroli di area persawahan guna mencegah perilaku negatif remaja yang semakin meresahkan ini. (DB01)







