Gunung Tambora Kembali Dibuka untuk Pendakian, Pengunjung Dilarang Dekati Kawah

Oleh Thoby

Gunung Tambora Sudah Dibuka
Ilustrasi Gunung Tambora

DOMPU – Kabar gembira bagi para pecinta alam dan wisatawan. Setelah sempat ditutup total sejak Desember 2025 lalu, jalur pendakian Gunung Tambora kini resmi dibuka kembali bagi publik, Selasa (14/4).

Kepastian ini tertuang dalam surat pengumuman resmi Balai Taman Nasional Tambora (BTNT) bernomor PG.10/T.41/KSA/04/2026. Dalam rilis tersebut, empat jalur pendakian utama yakni Doro Ncanga, Pancasila, Kawinda Toi, dan Piong dinyatakan sudah bisa dilalui kembali oleh para pendaki.

5.000 Pohon Kemiri Siap Tanam di Kaki Tambora: Jemput Emas Hijau

Kepala Balai Taman Nasional Tambora, Abdul Aziz Bakry, SPi., menjelaskan bahwa keputusan pembukaan jalur ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi cuaca yang mulai kondusif. Meski demikian, pihak Balai tetap memberikan catatan khusus terkait aktivitas vulkanik di dasar kaldera.

“Cuaca sudah aman, jalur pendakian resmi kita buka kembali hari ini,” ujar Abdul Aziz didampingi KSBTU, Kriswoyo, SE., di kantornya siang kemarin.

Berdasarkan laporan MAGMA Indonesia dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM, status Gunung Tambora saat ini masih berada pada Level II (Waspada). Secara teknis, aktivitas kegempaan seperti vulkanik dalam serta tektonik lokal masih terpantau, meski asap kawah tidak teramati secara visual.

Menyikapi status waspada tersebut, pihak BTNT mengeluarkan larangan keras bagi pendaki untuk mendekati radius 3 kilometer dari pusat aktivitas vulkanik (Doro Afi To’i) di dasar kaldera. (DB02)