Sigap di Balik Arena, Tim Medis Dinkes Dompu Diapresiasi

Tim medis tengah menangani atlet yang cidera

MATARAM– Di tengah ketatnya persaingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026, ada sosok-sosok yang bekerja tanpa sorotan. Mereka bukan peraih medali, namun kehadirannya menjadi penentu keselamatan atlet saat bertanding.

Tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu menjadi garda terdepan yang memastikan setiap atlet mendapat penanganan cepat ketika mengalami cedera.

Sejak hari pertama hingga berakhirnya pelaksanaan Porprov, tim medis terlihat siaga di berbagai arena pertandingan. Mereka memberikan pelayanan kesehatan mulai dari pemeriksaan kondisi atlet, pertolongan pertama saat terjadi cedera, hingga memastikan atlet mendapat rujukan apabila membutuhkan penanganan lanjutan.

Insiden Cabor PORPROV NTB XII Tak Sepenuhnya Tanggung Jawab KONI

Ketua KONI Kabupaten Dompu, Asrullah, ST, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi tim medis yang dinilai bekerja secara profesional selama mendampingi kontingen Dompu.

Menurutnya, kehadiran tenaga kesehatan memberikan rasa aman bagi para atlet yang bertanding di berbagai cabang olahraga dengan tingkat risiko cedera yang cukup tinggi.

“Kerja tim medis sangat luar biasa. Mereka selalu sigap ketika ada atlet yang mengalami cedera. Kecepatan dalam memberikan pertolongan pertama sangat membantu atlet sehingga bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat,” ujar Asrullah.

Ia mengatakan, keberhasilan sebuah kontingen bukan hanya ditentukan oleh prestasi atlet dan pelatih, tetapi juga dukungan dari seluruh unsur, termasuk tenaga medis yang bekerja di balik layar.

“Ini adalah bentuk kerja tim. Atlet berjuang di lapangan, pelatih menyusun strategi, sementara tim medis memastikan kondisi kesehatan atlet tetap terjaga. Kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian mereka selama Porprov,” katanya.

Apresiasi serupa datang dari salah seorang atlet Mixed Martial Arts (MMA) Kontingen Dompu. Ia mengaku merasakan langsung pelayanan yang diberikan tenaga medis ketika mengalami cedera saat pertandingan.

Menurutnya, tim medis tidak hanya cepat memberikan pertolongan, tetapi juga terus memantau perkembangan kondisi atlet setelah pertandingan selesai.

“Ketika mengalami cedera, tim medis langsung datang memberikan penanganan. Mereka bekerja dengan tenang, profesional, dan membuat kami merasa lebih percaya diri untuk kembali bertanding. Kami sangat berterima kasih atas pengorbanan mereka,” ungkap atlet tersebut.

Selama berlangsungnya Porprov NTB 2026, tenaga medis Dinas Kesehatan Dompu harus berpindah dari satu arena ke arena lain mengikuti jadwal pertandingan kontingen. Mereka tetap siaga sejak pagi hingga malam hari untuk memastikan seluruh atlet memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal. (DB01)

Meski jarang terlihat di podium kemenangan, dedikasi para tenaga medis menjadi bagian penting dari perjuangan Kontingen Dompu. Di balik setiap medali yang diraih, ada kerja senyap para petugas kesehatan yang siap memberikan pertolongan kapan pun dibutuhkan.

Bagi Kontingen Dompu, tim medis bukan sekadar pendamping pertandingan, melainkan bagian dari kekuatan yang ikut menjaga semangat juang atlet hingga kompetisi berakhir.