Dinkes Dompu Perkuat Kompetensi Nakes Hadapi Kegawatdaruratan Ibu dan Anak

DOMPU, DompuBicara.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu memperkuat kompetensi tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (FKTP) dalam menghadapi kegawatdaruratan ibu dan anak.

Penguatan tersebut dilakukan melalui On the Job Training (OJT) Kegawatdaruratan Ibu dan Anak bagi tenaga kesehatan di FKTP Kabupaten Dompu. Kegiatan ini dilaksanakan Dinkes melalui Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Dompu, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, serta dokter spesialis anak.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan tenaga kesehatan, khususnya bidan dan tenaga kesehatan di FKTP, ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan maternal dan neonatal. (Koran Pagi Dompu)

Tidak Hanya Teori
OJT dilaksanakan selama lima hari dengan metode pembelajaran yang memadukan penguatan pengetahuan dan keterampilan.

Peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga mengikuti diskusi kasus, simulasi dan praktik penanganan kegawatdaruratan. Materi diarahkan pada kondisi yang sering dijumpai tenaga kesehatan di lapangan.

Melalui metode tersebut, tenaga kesehatan diperkuat agar mampu melakukan deteksi dini, stabilisasi, penatalaksanaan awal hingga rujukan secara cepat dan tepat ketika menghadapi kondisi yang membahayakan ibu maupun bayi. (Koran Pagi Dompu)

Pendekatan praktik menjadi penting karena dalam kondisi kegawatdaruratan, kemampuan mengambil keputusan secara cepat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas pelayanan.

Karena itu, OJT dirancang tidak sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga membangun keterampilan dan kepercayaan diri tenaga kesehatan ketika berhadapan dengan kasus nyata.

Libatkan Dokter Spesialis
Kegiatan ini juga mempertemukan tenaga kesehatan tingkat pertama dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi serta dokter spesialis anak.

Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat jejaring pelayanan kesehatan ibu dan anak, mulai dari FKTP hingga fasilitas pelayanan kesehatan rujukan. (Koran Pagi Dompu)

Keterlibatan lintas profesi juga memberikan ruang bagi tenaga kesehatan untuk mendiskusikan kasus, memperoleh penguatan klinis dan memahami langkah penanganan yang tepat sesuai kondisi pasien.

Dengan demikian, peningkatan kapasitas tidak berhenti pada hubungan antara peserta dan materi pelatihan, tetapi juga memperkuat komunikasi serta jejaring antara tenaga kesehatan di tingkat pelayanan dasar dengan tenaga medis spesialis.

Spesialis Turun Langsung ke Puskesmas
Salah satu bagian menarik dari kegiatan ini adalah rangkaian OJT tidak berhenti setelah sesi pembelajaran dan praktik.

Pada hari terakhir, kegiatan dilanjutkan dengan visiting specialist ke Puskesmas. Dokter spesialis melakukan kunjungan langsung untuk melihat kondisi pelayanan, berdiskusi dengan tenaga kesehatan, memberikan penguatan klinis serta masukan terhadap penanganan kasus maternal dan neonatal di tingkat FKTP. (Koran Pagi Dompu)

Pola tersebut membuat proses peningkatan kompetensi lebih dekat dengan kondisi pelayanan yang sebenarnya.

Tenaga kesehatan dapat berdiskusi mengenai tantangan yang mereka hadapi di lapangan, sementara dokter spesialis dapat memberikan penguatan berdasarkan kondisi pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Mendukung Keselamatan Ibu dan Bayi
Penguatan kompetensi tenaga kesehatan tersebut pada akhirnya diarahkan pada tujuan yang lebih besar, yakni mendukung upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Dompu.

Tenaga kesehatan di FKTP merupakan bagian penting dalam rantai pelayanan karena berada di garis depan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan kesehatan, termasuk dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan ibu dan bayi.

Dengan kemampuan deteksi dini, stabilisasi, penanganan awal dan rujukan yang semakin baik, diharapkan pasien dapat memperoleh tindakan yang tepat tanpa kehilangan waktu dalam situasi yang membutuhkan respons cepat.

Kegiatan OJT ini sekaligus menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas, tetapi juga pada kompetensi tenaga kesehatan yang mengoperasikannya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu bersama IBI dan jejaring pelayanan kesehatan terus mendorong penguatan kapasitas tenaga kesehatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan maternal dan neonatal.

Dengan tenaga kesehatan yang semakin kompeten, sigap dan mampu mengambil keputusan klinis secara tepat, pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat pertama diharapkan semakin kuat.

Catatan sumber untuk arsip paket kerja sama
Sumber: Koran Pagi Dompu, “Kompetensi Nakes Ditingkatkan Melalui OJT Kegawatdaruratan Ibu dan Anak”, dipublikasikan 13 Agustus 2026. (Koran Pagi Dompu)

Sumber informasi: Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu melalui Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), bekerja sama dengan IBI Kabupaten Dompu, dokter spesialis obstetri dan ginekologi serta dokter spesialis anak. (Koran Pagi Dompu)

Foto sumber: Artikel asli memuat dokumentasi Ketua IBI Kabupaten Dompu Ida Fitriani, SKeb saat menguji bidan peserta serta dokumentasi dr. Suryani Malik, M.Sc., Sp.A, AIFO-K saat memberikan materi. (Koran Pagi Dompu)

Untuk DompuBicara, foto asli kegiatan dari Dinkes akan lebih baik digunakan agar dokumentasinya benar-benar lokal dan sesuai dengan paket kerja sama.

Status: Naskah 7 — siap tayang.