PLN Sub Rayon Pekat Diserang

0

Aset Dirusak, Pimpinan Dilukai

DOMPUBICARA-Tindakan tak terpuji dilakukan sekelompok warga di Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu NTB. Diduga gara-gara pemadaman listrik bergilir karena ada perbaikan, sekelompok warga menyerang PLN Sub Rayon Pekat.


Akibatnya sejumlah aset milik perusahaan negara itu rusak. Tidak itu saja pimpinan sub rayon Deki Fitrah juga dilukai karena dianiaya. Korban terpaksa dirawat di RSU karena mengalami luka yang cukup serius di bagian kepala.

Informasi yang diperoleh, penyerangan itu terjadi sekitar pukul 21.35 rabu malam lalu. Kala itu terngah dilakukan pemadaman berrigili. Para penyerang datang menggunakan mobil pic-up. Tanpa basa-basi langsung melempar kantor yang menyebabkan sejumlah kaca pecah serta menumpahkan dua drum oli.

Tak puas dengan itu mereka juga melakukan penganiayaan terhadap Kepala Sub Rayon Deki Fitrah yang tengah berada dikantor terkait.

Manajer PLN Area Bima Jefri Husni menyesalkan aksi penyerangan itu. Diakuinya pemicu serangan itu karena adanya pemadaman bergilir yang dilakukan pihaknya. Pihaknya memang melakukan pemadaman bergilir karena adanya kerusakan pada salah satu mesin, yang berdampak pada tidak mampunya mesin – mesin yang lain untuk menanggung beban puncak di wilayah Kecamatan Pekat.

Dan cara itu terpaksa dilakukan untuk meminimalisir pemadaman yang lebih luas. “Pemadaman itu lebih pada force major dan kami harus mengambil langkah cepat, itu bentuk antisipasi dan sudah benar dilakukan,” tandas Jefri.

Sementara itu, Wakapolres Dompu Kompol Etek Riawan mengaku sudah mendapat laporan tersebut. Saat ini pihak Polres tengah memburu para pelaku penyerangan. Ia menegaskan, pihaknya akan menindak tegas para pelaku yang telah merusak perusahaan milik negara tersebut.

Etek juga membenarkan, bahwa kejadian tersebut dipicu oleh pemadaman bergilir yang dilakukan. Dijelaskan pula bahwa aksi penyerangan itu dilakukan oleh warga sebanyak dua kali. Dalam peneyaranga pertama, kelompok warga itu merusak sejumlah fasilitas dan melukai salah seorang pegawai PLN Sub Rayon yang tengah bertugas. “Penyerangan itu dilakukan beberapa saat setelah pedamanan dilakukan,” terangnya.

Beberapa saat setelah penyerangan berselang, satu truk kelompok warga kemudian kembali mendatangi kantor PLN dan berniat melakukan penyerangan lagi, beruntung aksi kedua itu berhasil dihadang oleh aparat kepolisian sektor Pekat. (pur)

Komentar