Alat Pemantau Tambora Raib Dicuri, Dompu Terancam ‘Buta’ Informasi Vulkanik

Pencurian alat pemantau Gunung Tambora di Dompu NTB
Ilustrasi alat pemantau yang kosong dan hilang

DOMPUBICARA – Sebuah kabar mengejutkan datang dari puncak salah satu gunung api paling bersejarah di dunia. Alat pemantau aktivitas vulkanik Gunung Tambora dilaporkan hilang dicuri oleh oknum tidak bertanggung jawab. Akibat insiden ini, sistem peringatan dini dan pemantauan aktivitas perut bumi Tambora sempat mengalami kendala teknis yang serius.

Melansir laporan dari Antara Mataram, hilangnya perangkat vital ini membuat para pengamat dan otoritas terkait kesulitan mendapatkan data presisi mengenai kondisi vulkanik terkini. Padahal, bagi masyarakat di Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, data dari alat tersebut adalah napas utama dalam mitigasi bencana.

Pencurian alat ini bukan sekadar tindak pidana pencurian biasa. Ini adalah bentuk sabotase terhadap keselamatan publik. Sebagai aset vital negara, perangkat pemantau gunung api seharusnya berada dalam pengawasan ketat. Raibnya alat tersebut menunjukkan adanya celah keamanan yang fatal di area lereng hingga puncak Tambora.

Ketika Tak Lagi Disapa, Gunung Tambora Justru Balik Menyapa

Dalam perspektif hukum dan kebijakan publik, pengamanan terhadap alat mitigasi bencana adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar. Tanpa alat ini, otoritas berwenang seolah dipaksa berjalan dalam kegelapan tanpa tahu kapan aktivitas vulkanik akan meningkat.

Insiden ini membawa kita kembali pada refleksi tulisan opini sebelumnya di media ini: “Ketika Tak Disapa, Tambora Balik Menyapa”. Kita seringkali terlena dengan ketenangan Tambora saat ini, hingga lalai menjaga instrumen yang menjadi penyambung lidah antara aktivitas gunung dan keselamatan warga.

Gunung Tambora memiliki sejarah besar yang tak perlu diingatkan kembali dampaknya bagi dunia. Namun, raibnya alat pemantau ini seolah menjadi pengingat pahit bahwa ancaman terbesar terkadang bukan datang dari erupsi itu sendiri, melainkan dari ketidaksiapan dan keteledoran manusia dalam menjaga sistem peringatan dini.

Sudah saatnya Pemerintah Daerah, baik di Dompu maupun Bima, berkoordinasi lebih intensif dengan PVMBG untuk memastikan pengamanan ekstra pada titik-titik pemantauan. Masyarakat pun diharapkan ikut serta menjaga aset-aset ini. Mencuri baterai atau perangkat panel surya di atas gunung mungkin menghasilkan rupiah yang tak seberapa bagi pelaku, namun taruhannya adalah ribuan nyawa warga di kaki gunung. (Redaksi)