DOMPU–Di tengah ramainya perbincangan publik mengenai dugaan kedekatan Bupati Dompu dengan seorang perempuan bernama Nadirah, publik pasti bertanya kapan keduanya mulai berhubungan, lalu siapa yang berinistif memulai, Kalau Nadira, mengapa dia menghubungi Bupati.
Karena elama ini, publik hanya melihat potongan percakapan yang beredar di media sosial. Dari potongan-potongan itulah berbagai kesimpulan dibangun. Lalu bagaimana asal-muasal komunikasi itu dibangun, berdasarkan informasi yang diperoleh serta pengakuan sendiri Nadirah komunikasi awal dimulai oleh Nadirah lewat salah satu orang kepercayaan Bupati.
BACA : Bupati Dompu di Tengah Polemik Chat dan Batas Etika Pejabat Publik
Menurut seorang sumber yang mengetahui peristiwa tersebut, Nadirah pada awalnya justru ingin menyampaikan sebuah informasi yang dianggap penting kepada Bupati Dompu.
Informasi itu disebut-sebut berkaitan dengan dinamika politik di lingkungan internal keluarga Nadirah sendiri. Dalam cerita yang beredar di kalangan terbatas, Nadirah disebut merasa perlu menyampaikan sesuatu yang menurutnya bisa berdampak pada posisi Bupati.
Namun karena merasa informasi itu sensitif, Nadirah tidak langsung menghubungi Bupati.
Ia lebih dulu menyampaikan niat tersebut kepada seorang perantara yang ia percaya memiliki akses komunikasi dengan orang nomor satu di Dompu itu. Perantara inilah yang kemudian menyampaikan pesan tersebut kepada Bupati.
BACA : Soal “Chat Mesra” Bupati Dompu, NR Buka Suara
Menurut sumber tersebut, sang perantara menjelaskan bahwa ada seseorang yang ingin menyampaikan informasi penting. Tetapi agar tidak terjadi kesalahpahaman, informasi tersebut sebaiknya disampaikan langsung oleh yang bersangkutan.
Nomor kontak Nadirah kemudian diberikan kepada Bupati melalui perantara tersebut.
Dari situlah komunikasi antara keduanya mulai terjadi melalui aplikasi WhatsApp.
Sumber yang mengetahui peristiwa tersebut meyakini bahwa komunikasi itu berlangsung dalam batas-batas yang wajar. “Sepengetahuan saya, awalnya memang ingin menyampaikan informasi. Percakapannya masih biasa saja,” ujar sumber tersebut.
Informasi yang disebut-sebut ingin disampaikan Nadirah itu dikabarkan berkaitan dengan dugaan adanya rencana yang melibatkan suaminya bersama ayahnya, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Dompu.
Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai sejauh mana informasi tersebut benar-benar disampaikan dan bagaimana komunikasi itu kemudian berkembang.
Di tengah berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat, cerita mengenai awal mula komunikasi ini membuka kemungkinan lain di balik isu yang saat ini ramai diperbincangkan.
Apakah komunikasi itu benar-benar berawal dari upaya menyampaikan informasi penting seperti yang disebut oleh sumber tersebut, ataukah kemudian berkembang ke arah lain, masih menjadi pertanyaan yang belum sepenuhnya terjawab.
Yang pasti, cerita mengenai awal mula kontak ini menunjukkan bahwa di balik sebuah isu yang ramai dibicarakan publik, sering kali terdapat rangkaian peristiwa yang jauh lebih kompleks daripada yang terlihat di permukaan.
Publik boleh saja menilai dari potongan cerita yang beredar. Namun sering kali, kebenaran sebuah peristiwa justru tersembunyi pada bagian cerita yang belum sepenuhnya terungkap. (DB01)













