Kenapa Orang Suka Duduk di Depan Rumah Saat Sore? Ternyata Bukan Sekadar Kebiasaan

DOMPUBICARA.COM — Ada kebiasaan sederhana yang masih mudah ditemukan di banyak kampung: duduk di depan rumah ketika sore mulai turun.

Kadang hanya duduk di kursi plastik. Ada yang ditemani secangkir kopi, teh atau rokok. Ada pula yang sekadar melihat orang lewat sambil sesekali menyapa tetangga.

Kelihatannya sederhana. Bahkan mungkin tidak ada yang menganggapnya sebagai sesuatu yang istimewa.

Tetapi, mengapa kebiasaan ini terasa menyenangkan?

Sore Hari Memang Punya Suasana Berbeda
Setelah seharian bekerja, mengurus rumah, berdagang, bertani atau melakukan berbagai aktivitas lainnya, sore menjadi waktu ketika tubuh dan pikiran mulai membutuhkan jeda.

Duduk di depan rumah memberikan kesempatan untuk berhenti sejenak tanpa harus benar-benar pergi ke mana-mana.

Udara biasanya mulai lebih sejuk. Matahari tidak lagi terlalu terik. Suasana jalan perlahan berubah.

Bagi sebagian orang, beberapa menit duduk di teras sudah cukup untuk menghilangkan penat.

Bukan Hanya Duduk, tetapi Bertemu Orang
Hal menarik lainnya adalah interaksi sosial.

Orang yang lewat bisa disapa. Tetangga yang sedang berjalan bisa diajak berbicara. Kadang obrolannya sederhana: tentang harga kebutuhan pokok, tanaman di halaman, anak sekolah, pekerjaan, sampai kabar tetangga.

Tidak ada agenda.

Tidak ada undangan.

Namun dari percakapan-percakapan kecil seperti itulah hubungan antarwarga tetap terjaga.

Dulu, sebelum telepon genggam dan media sosial begitu mendominasi kehidupan, teras rumah bahkan menjadi salah satu tempat masyarakat mendapatkan informasi.

Kabar dari kampung sering berpindah dari mulut ke mulut.

Ada Rasa “Pulang” di Dalamnya
Mungkin itu pula yang membuat sebagian orang tetap mempertahankan kebiasaan tersebut.

Duduk di depan rumah memberikan rasa akrab. Kita melihat lingkungan sendiri, mengenal orang-orang yang lewat dan merasa menjadi bagian dari tempat tinggal kita.

Berbeda dengan berada di dalam rumah sambil menatap layar telepon.

Di teras, kita bisa melihat kehidupan berjalan secara langsung.

Anak-anak bermain. Motor berlalu. Tetangga berbincang. Pedagang lewat. Suara orang memanggil dari kejauhan.

Takut Ijab Kabul, Seorang Ayah Kabur Masuk Hutan

Hal-hal kecil seperti itu ternyata bisa memberikan rasa tenang.

Kebiasaan Sederhana yang Mulai Berubah
Namun kebiasaan duduk di depan rumah kini perlahan berubah.

Telepon genggam membuat orang tetap terhubung dengan dunia yang jauh, tetapi terkadang justru semakin jarang berbicara dengan orang yang berada beberapa meter dari rumah.

Teras yang dulu menjadi tempat bertemu, kini bisa saja hanya menjadi tempat meletakkan sandal atau parkir kendaraan.

Padahal, ada sesuatu yang sebenarnya tidak tergantikan oleh teknologi: perjumpaan langsung dengan manusia.

Karena itu, kalau sore nanti melihat seseorang duduk sendirian di depan rumah, jangan buru-buru menganggapnya sedang tidak melakukan apa-apa.

Bisa jadi ia sedang menikmati bagian paling sederhana dari hidup: berhenti sejenak, melihat dunia di sekitarnya, dan merasa bahwa ia masih menjadi bagian dari sebuah lingkungan.

Kadang-kadang, kita memang tidak membutuhkan perjalanan jauh untuk menemukan ketenangan.

Cukup sebuah kursi di depan rumah, secangkir kopi, dan waktu sore yang berjalan perlahan. (DB01)