KUR Dihentikan, Bupati Dompu Protes Presiden RI

0

DOMPU—Kebijakan menghentikan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Presiden RI diprotes oleh Bupatii Dompu NTB Drs H Bambang M Yasin. Atas kebijakan itu sama saja tidak membantu masyarakat kecil dan menengah untuk berusaha.

Bupati yang berhasil melalui program jagung ini merasa sangat kecewa atas kebijakan itu. Sebab puluhan ribu masyarakatnya masih berharap dapat bantuan melalui KUR. Protes itu juga akan dilayangkan secara resmi ke Presiden melalui surat.

‘’Kami kecewa dan saya akan bersurat resmi ke Presiden RI melalui surat,’’ tandas Bupati Dompu saat melounching BRIlink di Desa Daha Kecamatan Hu’u jum’at (12/12).

Diakuinya KUR telah berhasil membantu puluhan ribu petani jagung dan rumput laut didaerahnya. Dan masih puluhan ribu petani lagi yang mengandalkan KUR sebagai modal dalam berusaha.

Akibat keberhasilan petani mengembangkan jagung dan rumput laut maka tingkat pendapatan masyarakat meningkat. Hal itu tak lepas dari peran KUR dalam mengucurkan kredit sebagai modal awal untuk bekerja.

Kendala yang dihadapi petani dalam mengembangkan berbagai komoditas seperti jagung dan rumput laut bertumpu pada modal. Sehingga kalau program KUR itu dihentikan maka petani didaerahnya akan kelimpungan.

Mestinya lanjut Bupati harus ada pemetaan wilayah. Bagi daerah-daerah yang telah berhasil dengan program itu dan masih mengandalkan KUR sebagai modal dasar maka seyogyanya program KUR tetap dilanjutkan. Peran KUR juga diakuinya telah berhasil mengurangi peran Bank subuh yang bunganya berlipat-lipat serta menyengsarakan masyarakat. ‘’Saya khawatir tanpa KUR petani tak mampu mengembangkan diri,’’ sesalnya.

Kepala Cabang BRI Dompu membenarkan telah dihentikanya prorag KUR yang ada di BRI. Penghentian itu dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama penghentian KUR ritel, tahap kedua penghentian KUR mikro. (01)

Komentar