Antar Bupati, Kantor Setda Kosong Sebelum Jam Pulang

68

Hari keberangkatan Bupati Dompu Drs H Bambang M Yasin ke Amerika sabtu 8/9 kantor Sekretariat Daerah (setda) Dompu kosong sebelum jam pulang. Pantuan dikantor itu sekitar pukul 11.30 kondisi kantor sudah sangat sepi, kendaraan roda empat dan roda dua yang biasa parkir tak terlihat sama sekali, begitu juga seluruh ruangan, semua tertutup rapat kecuali pada ruangan bendahara dinas PPKAD masih ada lima karyawan yang bekerja disana.

Sebelumnya memang banyak pihak yang memperediksi kinerja aparat Pemkab akan loyo sepeninggal Bupati yang akan mengikuti pendidikan di Amerika Serikat sekitar sebulan lamanya. Terbukti hari pertama saja seluruh pegawai Setda yang menjadi pusat pemerintahan pulang sebelum waktunya.

Hari kerja Pemkab Dompu sebenarnya senin sampai kamis mulai pukul 7-14 wita, sedangkan jum’at sampai dengan pukul 11 dan sabtu jam 7-12.30. Informasi yang diperoleh kekosongan pejabat dan PNS karena sebahagian besarnya telah ikut mengantar Bupati nya sampai ke Bandara Salahuddin Bima.

Akibat pegawai bolos tentu meninggalkan pelayanan yang masih ada, seperti yang terjadi sabtu tiga orang PNS asal Kecamatan Kilo dan Hu’u terpaksa kecewa dan pulang dengan tangan hampa karena tidak ada pegawai yang melayani. ”Kita sudah datang dari jauh untuk mengurus gaji, tapi tidak ada pelayanan karena kantor kosong,” kata Abdul Hamid salah seorang diantaranya.

Sebelumnya Bupati Dompu sudah wanti-wanti agar meski dirinya tidak ada pegawai hendaknya tetap melaksanakan aktifitas seperti biasa. Sebagai aparatur yang baik hendaknya tetap disiplin dalam bekerja. Karena itu Bupati minta agar setiap pimpinan Satker dapat melakukan pengawasan yang melekat kepada bawahan masing-masing.

Ketua DPRD Dompu Rafiuddin H Anas menyayangkan sikap aparatur yang seperti itu, mestinya dalam menjalankan tugas tidak hanya saat Bupati berada ditempat untuk rajin menjalankan tugas, tetapi tidak adapun hendaknya tetap memiliki semangat dan motivasi dalam memberikan pelayanan.

Rafiuddin menilai ada beberapa faktor sehingga aparatur bisa berprilaku seperti itu, diantaranya Bupati tidak tegas dalam mengambil tindakan terhadap pegawai yang tidak disiplin. Selain itu tak terisinya sejumlah jabatan yang membuat struktur pemerintah tidak loyal. ”Kita sangat menyayangkan kondisi seperti itu,” paparnya.

 

Komentar