Gatot Gunawan Putra Tak Pernah Berhenti Mengayuh Sepeda

Hobi sejak SMP, mantan Sekda Dompu ini percaya olahraga adalah investasi kesehatan seumur hidup.

Gowes dan cinta alam
Foto : Gatot Gunawan Putra P rehat sejenak menikmati hamparan sawah yang indah

DOMPUBICARA – Bagi sebagian orang, masa pensiun identik dengan berkurangnya aktivitas. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Gatot Gunawan Putra, S.K.M., M.Kes. Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Dompu ini tetap setia mengayuh sepeda, sebuah hobi yang telah menemaninya sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.

Kecintaannya pada sepeda bukan muncul ketika usia mulai senja. Justru sejak remaja, sepeda telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-harinya.

“Saya bersepeda sejak di bangku SMP, sekitar tahun 1979 sampai 1982. Waktu itu setiap hari saya berangkat ke SMP Negeri 1 Dompu menggunakan sepeda dari Monta Baru,” kenangnya.

Emas yang Dibayar Puluhan Tahun Kemudian : Ini Pesan H. Syai’un untuk Atlet Muda

Kebiasaan itu terus dipertahankan ketika memasuki dunia birokrasi. Di tengah kesibukan sebagai aparatur sipil negara hingga dipercaya menjadi Sekretaris Daerah Kabupaten Dompu, ia tetap meluangkan waktu untuk berolahraga.

“Kalau hari Sabtu atau Minggu dan tidak ada tugas dinas, saya tetap gowes,” ujarnya.

Bersepeda baginya bukan sekadar menggerakkan pedal, tetapi juga melatih disiplin untuk menjaga kesehatan. Karena itu, hingga memasuki masa purna tugas pada akhir 2025, kebiasaan tersebut tidak pernah ditinggalkannya.

Selama hampir satu dekade terakhir, Gatot bersama rekan-rekannya telah menjelajahi berbagai rute di Pulau Sumbawa. Jalur menuju Calabai, Kota Bima, hingga rute Kilo–Soromandi pernah ia taklukkan. Jarak tempuh terjauh yang pernah dicapainya mencapai sekitar 120 kilometer.

Namun, yang membuatnya terus kembali mengayuh bukan semata-mata jarak.

“Saya menikmati dua-duanya. Mampu menundukkan medan yang menanjak dan sulit adalah kepuasan tersendiri. Selain itu, saya sangat menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan. Alam Dompu dan sekitarnya memiliki keindahan yang paripurna, mulai dari pantai, pegunungan, hamparan persawahan hingga air terjun,” tuturnya.

Baginya, setiap perjalanan bukan hanya tentang mencapai tujuan, tetapi juga kesempatan menikmati bentang alam Dompu yang kaya akan panorama. Hamparan sawah yang menghijau, garis pantai yang membentang, pegunungan yang menjulang, hingga udara segar pedesaan menjadi bagian dari pengalaman yang selalu dirindukan.

Kisah Gatot Gunawan Putra memberi pesan sederhana, tetapi bermakna. Menjaga kesehatan tidak harus menunggu tubuh memberi tanda sakit. Kebiasaan hidup aktif yang dibangun sejak usia muda merupakan investasi yang akan dinikmati pada masa tua.

Di tengah meningkatnya penyakit akibat gaya hidup yang kurang bergerak, teladan seperti ini menjadi pengingat bahwa olahraga tidak selalu tentang mengejar prestasi. Bersepeda, berjalan kaki, atau aktivitas fisik lainnya dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang menjaga tubuh tetap sehat dan pikiran tetap segar.

Bagi Gatot Gunawan Putra, mengayuh sepeda bukan sekadar hobi. Ia adalah perjalanan panjang yang mengajarkan arti disiplin, ketekunan, rasa syukur atas nikmat kesehatan, dan kekaguman terhadap keindahan alam ciptaan Tuhan.

“Jabatan memiliki batas waktu, tetapi kebiasaan hidup sehat adalah investasi yang dapat dinikmati seumur hidup.” (Abdul Muis)