Peran Strategis Wakil Jaksa Agung, Jabatan yang Kini Diemban Putra yang Pernah Tumbuh di Dompu

Catatan Tugas Wakil Kejaksaan Agung RI
Foto Prof Asep Nana Maulana

DOMPU – Penunjukan Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, S.H., M.Hum. sebagai Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Dompu. Namun, masih banyak masyarakat yang bertanya, seberapa penting sebenarnya jabatan Wakil Jaksa Agung dalam struktur Kejaksaan RI?

Di lingkungan Kejaksaan Agung, Wakil Jaksa Agung merupakan pejabat nomor dua setelah Jaksa Agung. Posisi ini memiliki peran strategis membantu Jaksa Agung dalam memimpin, mengoordinasikan, menyinkronkan, serta mengawasi pelaksanaan tugas seluruh bidang di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia.

Besar di Dompu, Asep Nana Mulyana Dipercaya Menjadi Wakil Jaksa Agung RI

Dalam struktur organisasi Kejaksaan, Wakil Jaksa Agung menjadi penghubung berbagai unsur pelaksana, mulai dari Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan, Intelijen, Tindak Pidana Umum (Pidum), Tindak Pidana Khusus (Pidsus), Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Pidana Militer, Badan Pendidikan dan Pelatihan, hingga unsur pengawasan.

Dengan posisi tersebut, Wakil Jaksa Agung tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga berperan dalam memastikan kebijakan Jaksa Agung diterjemahkan secara efektif ke seluruh satuan kerja Kejaksaan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Selain itu, Wakil Jaksa Agung turut berperan dalam mengevaluasi pelaksanaan program, memberikan pertimbangan strategis kepada Jaksa Agung, serta mengawal reformasi birokrasi dan peningkatan profesionalisme Korps Adhyaksa.

Pengalaman panjang Asep Nana Mulyana dinilai menjadi modal penting untuk menjalankan tugas tersebut. Sebelum dipercaya sebagai Wakil Jaksa Agung, ia mengemban amanah sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum). Di bidang itu, ia bertanggung jawab atas kebijakan penuntutan perkara pidana umum, penyusunan pedoman penanganan perkara, hingga pembinaan teknis bagi jaksa di seluruh Indonesia.

Sebagai akademisi yang juga menyandang gelar profesor, Asep dikenal aktif mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia kejaksaan. Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan penguasaan ilmu hukum bagi setiap jaksa sebagai fondasi penegakan hukum yang berkeadilan.

Mengingat salah satu fokus pemerintahan Presiden Prabowo adalah penguatan penegakan hukum, posisi Wakil Jaksa Agung diperkirakan akan memegang peranan penting dalam mengoordinasikan berbagai kebijakan strategis Kejaksaan, termasuk pemberantasan tindak pidana korupsi, penanganan perkara pidana umum, serta penguatan tata kelola kelembagaan.

Bagi masyarakat Dompu, penunjukan Asep bukan hanya menjadi kebanggaan karena pernah mengenyam pendidikan di daerah ini, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa anak-anak yang tumbuh di daerah memiliki kesempatan yang sama untuk mengemban amanah pada jabatan strategis di tingkat nasional. (Redaksi)