Legislator Bentrok Dengan Panitia Bola Dilapangan Hijau

339

DOMPU-Tim legislator DPRD Dompu bentrok dengan panitia bola dilapangan hijau GOR Ginte Rabu, 18 Oktober 2017. Kedua tim bertemu dalam laga eksebisi pembukaan pertandingan U 21.

Pertandingan itu sendiri cukup menarik untuk ditonton. Para anggota legislator yang biasa mengadu urat leher di meja sidang, kini harus mengadu urat kaki dilapangan hijau. Tak pelak lagi mereka harus ‘Suncu Mponga’ (Jungkir Balik) menggempur dan menahan serangan-serangan yang dilancarkan oleh tim panitia.

Meski lawanya hanya tim panitia, tetapi mereka yang tergabung disana bukan orang baru dikancah sepak bola. Kapten keseblasanya adalah Ketua KONI Putra Taufan, penyerangnya ada Iwan Sakral, Yarid, Fery Afrodi dan beberapa nama keren lainya.

Pada babak pertama, pertahanan tim legislator yang dipimpin oleh Andi Bahtiar sangat kerepotan menahan gempuran trio tim panitia Putra Taufan, Iwan Sakral dan Yarid. Hasilnya pada menit ke 15 tercipta gol pembuka oleh Putra Taufan.

Gol itu sendiri merupakan kerja keras, setelah Putra Taufan menggiring bola meliuk-liuk melewati beberapa pemain belakang legislator dan melapaskan tembakan kerasnya kearah gawang yang dikawal oleh Sua’eb.

Gol kedua kembali diciptakan oleh Striker Iwan Sakral setelah menerima umpan dari sayap kiri dan melepaskan tendangan lewat kaki kananya. Tetapi menjelang turun minum sang legislaotr fenomenal ‘Ada Rampok di DPRD’ Abdul Fakkah dapat memperkecil kekalahan menjadi 1-2.

 

Fakkah berhasil memanfaatkan situasi huru-hara dimulut gawang dengan menipu beberapa pemain belakang. Dodi Herdiana yang mati-matian bertahan dibuat bingung dengan gerakan Abdul Fakkah dan akhirnya membuat gol bunuh diri.

Memasuki babak kedua, tim legislator yang dikaptenin oleh Ketua DPRD Dompu Yuliadin Bucek merubah formasi. Merasa tertinggal 1-2, lini serangan ditambah, semula Andi Bahtiar yang memimpin pertahanan dinaikan untuk membantu serangan bersama Abdullah, Subhan, Abdul Fakkah, Ikwahyuddin dan Yuliadin.

Sementara dilini pertanahan dimasukan pemain pengganti Erhan Fadhilah. Formasi baru ini memang cukup efektif membongkar pertahanan tim panitia. Ikwahyuddin yang berkali-kali mendapat umpan manis dari lini tengah selalu gagal menyelesaikanya.

Bahkan terhitung tiga kali, Ikwahyuddin berhadapan satu-satu dengan penjaga gawang, tetapi tendangan menipunya justru diluar mistar gawang. Bahkan saat menggiring bola menuju gawang Ikwahyuddin bisa jatuh sendiri. ”Itu tim panitia main pake jampi-jampi, masa pemain bisa jatuh sendiri tanpa ada yang mengganggu,” teriak suporter ibu DPRD yang berdiri dipinggir lapangan.

Politisi PKS Abdullah yang menjadi motor serangan selalu mengancam mulut gawang, beberapa kali tendanganya dapat dihalau. Kerja keras Abdullah membuahkan hasil bahkan dia borong dua gol.

Skor berbalik menjadi 3-2, tim panitia sudah ketinggalan. Usaha menyamakan kedudukan kembali dilakukan oleh Putra Taufan dkk. Diwaktu injure time tim panitia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 lewat kaki Dodi Hardiana. (DB01)

Komentar