Konsep Sasambo Kini Digugat

598

DOMPU-Konsep Sasambo (Sasak, Samawa dan Mbojo) kini digugat oleh pemerhati budaya Dompu. Alasanya Sasambo adalah penujukan identitas etnis yang hidup dan berkembang di ranah Bumi Gora NTB.

Adiansyah Dompu salah seorang yang konsep mempelajari budaya Dompu mempertanyakan dimana posisi Dompu dalam Sasambo. Kalaupun termasuk dalam suku Mbojo, itu masih perlu dikaji lebih jauh lagi, sebab Dompu dan Bima memang berbeda sejak jaman kerajaan karena memliki sultan sendiri-sendiri.

Perlunya digugat konsep Sasambo ini kata Adiansyah agar semuanya menjadi jelas karena Dompu adalah salah satu kerajaan tertua yang pernah hidup dan berkembang dinegeri ini. ”Kami ingin agar identitas Dompu sebagai salah satu peradaban tertua di Indonesia Timur tetap terjaga dan terpelihara,” sebutnya.

Sementara tokoh budaya dan penggagas Sasambo, Ir Badrul Munir mengakui kalau Sasambo adalah penunjukan tiga etnis besar yang hidup di NTB. Tidak disebutnya Dompu didalamnya, sama halnya dengan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang masuk ke Samawa.

Tetapi sebagai penggagas, mantan Wagub NTB memahami filosofi gugatan tersebut. Apalagi setelah dipisahkan tageline pariwisata Pulau Lombok dengan Friendly Lombok dan
Pulau Sumbawa dengan Passionate Sumbawa. ”Biarkan dia berdinamika sesuai ritme zaman,” sebutnya.

Mencuatnya gugatan konsep Sasambo memunculkan pro dan kontra yang tajam publik terutama Bima dan Dompu. Tetapi bagi Ardiansyah adalah sesuatu yang sangat baik dalam menelusuri kebenaran sejarah.

Untuk melakukan penelusuran ini lanjut Ardiansyah akan roadshow disejumlah kota yang banyak memiliki mahasiswa Dompu dan melakukan seminar budaya. Sebab untuk mengklaim sesuatu apalagi menyangkut budaya tidak hanya dengan diskusi tetapi diharap mampu melahirkan sebuah konsep yang dibukukan plus dengan pandangan sejarah dan ilmiah.

 

Komentar