Warga Lakey Kecewa Sampah Dihamburkan Depan Dinas Budpar

64

 

DOMPU-Sejumlah warga Lakey dan pelaku wisata dikawasan itu, Senin 15 Januari 2017 menghamburkan sampah yang diboyong dari Kecamatan Hu’u didepan kantor Dinas Kebudayan dan Pariwisata Dompu. Aksi itu sebagai pelampiasan kekecewaan atas tak tertanganinya sampah dikawasan andalan Kabupaten Dompu tersebut.

 

Keluhan atas berserakanya sampah dikawasan wisata Lakey memang sudah sangat lama tetapi hingga saat ini belum ada upaya yang maksimal. ‘’Kami kecewa tidak ada usaha serius dari pemerintah untuk menangani sampah dikawasan Lakey,’’ teriak Korlap aksi Khaerul Amin sambil menumpahkan sampah yang dibawa dari kawasan Lakey.

 

Sebagai kawasan wisata andalan kata Khaerul, seyogyanya kawasan wisata sekelas Lakey sudah bebas sampah dengan menanganinya secara serius. Tetapi faktanya tak terurus bahkan kerap mendapat keluhan para touris, terutama touris mancanegara.

 

Karena itu diminta kepada Kadis Pariwisata Dompu agar benar-benar memperhatikan keluhan tersebut. Sebab percuma saja melakukan berbagai promosi hingga ke mancanegara kalau soal krusial sampah tidak diurus.

 

Dalam aksi warga Hu’u kemarin, tidak hanya sampah yang dipersoalkan, tetapi juga mendesak Pemkab Dompu untuk turut memperjuangkan Lakey sebagai tuan rumah surfing bertaraf internasional Word Surf League (WSL) serta menjadi kalender tahunan.

 

Dengan demikian kata mereka akan menjadi ajang promosi bagi daerah serta membantu masyarakat setempat bagi peningkatan ekosnomi. ‘’Atlet surfing lokal juga akan menunjukan kehebatanya sebagai persurfing yang bertaraf internasional,’’ papar Alex.

 

Usai beraksi didepan kantor Budpar Dompu warga Hu’u melanjutkan aksinya dikantor DPRD Dompu. Mereka diterima oleh tiga anggota DPRD, Drs Muhtar Ketua Komisi II, Ikwahyuddin AK, ketua Komisi III dan H Halik.

 

PLT Kadis Budpar Dompu H Ichtiar Yusuf SH hadir dalam dialog tersebut menyatakan bersedia membenahi berbagai kekurangan yang ada. Terutama penanganan sampah pihaknya akan menanganinya.

 

Sedangkan menyangkut perjuangan untuk menjadikan Lakey sebagai tuan rumah WSL, Ichtiar malah mengajak pelaku pariwisata Lakey untuk sama-sama menghadap Gubernur NTB agar dapat memberikan perhatian yang serius bagi perkembangan wisata Lakey.

 

Sebab kata dia pantai lakey masuk dalam kawasan stategis propinsi (KSP) sehingga pemerintah propinsi yang bertanggungjawab atas perkembangan serta perencanaan kawasan itu. (nawir)

 

 

Komentar