Bursa Ketua DPD RI, AM Fatwa Jangan Ada Politik Uang

293
AM Fatwa

Hari ini selasa 11/10 DPD RI akan melakukan pemilihan ketua DPD setelah Irman Gusman terpaksa meninggalkan jabatan ketua karena tersangkut kasus dugaan suap setelah tertangkap tangan (OTT) oleh KPK.

Bursa pemilihan ketua DPD RI diprediksi akan memanas digedung senator hari ini. Pasalnya sejumlah figur akan bertarung habis-habisan untuk memperebutkan posisi itu. Diprediksi pula akan ada perdebatan yang sengit terkait posisi Irman Gusman maupun tata tertib yang akan menjadi acuan dalam pemilihan itu.

Kepemimpinan DPD terbagi dalam tiga Zona, Zona barat, Zona tengah dan Zona timur. Karena Irman Gusman adalah Zona barat, maka figur yang akan menggantikanya adalah dari Zona barat atau dari wilayah Sumatra.

Berdasarkan tata tertib lama nomor 1 tahun 2014 tata cara pemilihan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama hanya akan melibatkan seluruh anggota DPD yang berasal dari blok barat dan hasilnya akan bertarung dengan calon blok tengah dan blok timur untuk menjadi ketua.

Tapi tatib baru nomor 1 tahun 2016 telah mengalami perubahan yang sangat signifikan. Karena mulai tahap pertama seluruh anggota DPD yang berjumlah 131 anggota memiliki hak yang sama untuk menentukan calon ketua wilayah barat.

Bagi senator zona barat penggunaan tatib baru ini akan sangat memberatkan mereka oleh karena untuk menjadi calon ketua DPD harus melobi seluruh anggota DPD. Padahal sebelumnya hanya dipilih oleh zona yang bersangkutan.

Tapi yang terpenting menurut ketua Badan Kehormatan DPD RI AM Fatwa dalam pemilihan ketua DPD dapat menghindari permainan politik uang. Sebab sebelumnya ada bau-baunya politik seperti itu. Menurut AM Fatwa sebelumnya memang terjadi sebab ada petugas KPK yang datang. ”Tapi saat itu saya tidak bisa menjadi saksi,” tururnya di Jakarta senin.

Tapi saat ini lanjut Fatwa, pihaknya tidak melihat hal itu bahkan bisa memberikan jaminan bahwa hal itu tidak akan terjadi. Faktanya beberapa hari terakhir hal itu tidak terlihat.

Prof Saldi Isra
Prof Saldi Isra

Sementara Pakar Hukum Tata Negara Prof Saldi Isra berharap tidak ada politik uang dalam pemilihan Ketua DPD pengganti Irman Gusman. Menurutnya, jika hal itu terjadi mereka yang terlibat politik uang sama seperti bunuh diri dan bisa menghancurkan institusi, karena tujuan mengganti Ketua DPD adalah untuk memperbaiki DPD. (Abdul Muis)

Komentar