Parah…Ketapel Jadi Alat Pembunuh Generasi Milenial

0
Inilah bentuk Ketapel sesungguhnya

DOMPU-Generasi tempo dulu tak pernah membayangkan kalau Ketapel menjadi alat pembunuh generasi muda masa kini. Sejarahnya ketapel adalah mainan anak-anak yang terbuat dari sepotong kayu berbentuk huruf Y yang diikat dengan pentil yang dikaitkan dengan wadah sepotong kulit tempat kerikil sebagai pelurunya.

Ketapel ini hanya sebagai gaya-gayaan saja untuk menembak burung yang hinggap didahan kayu atau menghalau burung saat menunggu padi disawah. Kalaupun untuk menyakiti sesama manusia hanya alat panakut saja, kalaupun terpaksa dipakai hanya korbanya akan mengalami luka lecet tidak sampai parah apalagi menimbulan kematian.

Tetapi ketapel kini menjadi alat pembunuh bagi generasi jaman Now atau generasi Milenial. Belum hilang ingatan kita seorang anak SMA Rusdianto asal Wawo Baka Desa Nowa Kecamatan Woja Dompu NTB tewas mengenaskan setelah segerombolan anak melepaskan busur panah melalui ketapel yang didesain khusus untuk mematikan korban.

Ketapel yang awalnya sebagai alat mainan kini dimodivasi sedemikian rupa untuk membunuh lawan. Perubahan mendasar ada pada peluru yang semula hanya batu kerikil kini menjadi anah panah yang terbuat dari besi yang ditajamkan khusus.

Tidak hanya tajam, tetapi juga dibuat bercabang sehingga ketika menancap ditubuh korban tidak serta merta bisa dicabut karena pasti tersangkut dicabang-cabang besi. Solusinya melalui operasi oleh pihak medis.

Informasi yang diperoleh senjata ketapel dengan peluru anak panah ini dimiliki hampir sebahagian besar anak muda terutama anak usia SMP dan SMA. Aparat kepolisian setempat kerap kali melakukan razia terutama dimalam hari dan sering pula mendapatkan senajata mematikan ini.

Kalau sebahagian besar anak memiliki, mengusai dan menggunakan alat ini tentu ini menjadi masalah bagi kita semua. Peran seluruh elemen masyarakat terutama orang tua tentu sangat diharapkan dalam memerangi kepelikan alat ini.

Kita tentu tidak ingin kejadian terbunuhnya anak SMA Rusdianto terulang kembali akibat dipanah oleh rekan seusianya. Mari kita jaga masing-masing anak kita agar tidak terjebak menjadi kanibal bagi sesamanya. (DB01)

Komentar